Senin, 30 September 2019

Pengertian Jaringan Komunikasi


Jaringan komunikasi adalah penggambaran “ bagaimana mengatakan kepada siapa ” (siapa berbicara dengan siapa) dalam suatu sistem sosial. Jaringan komunikasi membahas komunikasi antarpribadi, dimana ada pemuka-pemuka pendapat dan pengikut yang saling berhubungan komunikasi pada topik tertentu, yang terjadi dalam sistem sosial tertentu seperti desa, organisasi, atau perusahaan (Gonzales, 1993).
Pengertian jaringan komunikasi menurut Rogers (1983) adalah suatu jaringan yang terdiri dari individu-individu yang saling berhubungan, yang diterjemahkan oleh arus komunikasi yang terpola. Knoke dan Kuklinski (1982) melihat jaringan komunikasi sebagai suatu jenis hubungan yang secara khusus merangkai individu-individu. objek-acara dan peristiwa-peristiwa. Sedangkan Farace (Berberg dan Chaffee, 1987) melihat jaringan komunikasi sebagai suatu pola yang teratur dari kontak antara orang yang dapat dipertanyakan sebagai transportasi informasi yang diterima seseorang dalam sistem sosialnya. Dari berbagai pengertian tersebut di atas, yang membahas tentang komunikasi dalam makalah
Peranan Jaringan Komunikasi Dalam Proses Perubahan Perilaku
Dalam komunikasi jaringan, ada opini pemuka-pemuka, yaitu orang-orang yang mempengaruhi orang-orang lain secara teratur pada isu-isu tertentu. Karakteristik pemuka-pemuka pendapat ini berbeda-beda sesuai dengan kelompok yang mereka pengaruhi, Jika pemuka opini dalam kelompok-kelompok yang inovatif, maka mereka lebih inovatif dari anggota kelompok, sementara pemuka opini, termasuk inovator yang pertama kali berinovasi. Di pihak lain, pemuka-pemuka pendapat dari kelompok-kelompok yang konservatif juga memilih agak konservatif (Gonzales, 1993).
Pada proses difusi, inilah proses masuknya dalam suatu kelompok sehingga terjadi perubahan, hampir semua pemuka-pemuka pendapat menyokong perubahan. Akan tetapi, pada beberapa kasus tertentu pendapat para pengadu pendapat sukses.


Arsitektur jaringan

Arsitektur jaringan komputer merupakan tata cara penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer yang dapat melakukan komunikasi dan koneksi data.
Keamanan sistem jaringan komputer adalah bagian tak terpisahkan dari sistem keamanan komputer jaringan keseluruhan, sebagian besar dengan semakin berkembangnya Internet. Semakin banyak aplikasi pengguna yang berbasiskan pada jaringan komputer. Jika jaringan komputer tidak aman, maka sistem komputer pada organisasi tersebut juga tidak aman.
Ada tiga bentuk arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan komputer yaitu,


  • Jaringan hybrid
  • Jaringan peer to peer
  • Jaringan klien / server

Jaringan ini merupakan gabungan dari sifat pada jaringan peer to peer dan client / server . Workgroup yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan dapat membantu sumber daya tanpa memerlukan otorisasi dari administrator jaringan atau server. Pada jenis jaringan ini, terdapat pula sifat-sifat dari klien jaringan / server yang diperlukan tingkat keamanan yang lebih baik dan keberadaan server yang dimiliki oleh suatu sistem layanan tertentu, seperti file server, server cetak, server database, server mail, dan lainnya.   

Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi antar komputer dengan hierarki yang sama karena setiap komputer dapat digunakan sebagai server atau klien. Sementara, sifat jaringan klien / server digunakan untuk memfasilitasi setiap komputer dengan hubungan internet. Jadi, server komputer dialihkan ke Penyedia Layanan Internet (ISP), sehingga komputer klien yang terhubung dalam jaringan juga dapat melakukan akses internet.

Pada jaringan peer to peer, semua komputer memiliki posisi setara / sejajar, dalam hierarki yang sama. Setiap komputer dapat menjadi klien terhadap komputer peer lain, setiap komputer dapat pula berbagi sumber daya dengan komputer yang berada dalam jaringan peer-to-peer ini. Sumber daya ditentukan oleh desentralisasi pada setiap anggota jaringan, dan tidak memerlukan administrator jaringan.

Aliran informasi bisa mengalir di antara dua komputer secara langsung, di mana pun. Namun, jaringan ini tidak sepenuhnya bebas kontrol, masih dapat digunakan kata sandi untuk memproteksi file dan folder, dapat juga diatur agar orang-orang tertentu tidak dapat menggunakan periferal tertentu.

Karena kemudahan pemasangan, pemeliharaan, serta biaya, jaringan ini lebih populer untuk jaringan dengan jumlah komputer yang sedikit (sekitar 2 hingga 20 komputer).
Pada jaringan klien / server, perangkat lunak yang mengendalikan seluruh jaringan bekerja pada server. Jaringan ini dapat menghubungkan komputer dengan tingkat keamanan yang tidak diperbolehkan dalam jaringan peer-to-peer.


Kutipan dari : belajarkomputers.com